<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pesantren An-Nur Cidokom Darunnajah 8</title>
	<atom:link href="http://darunnajah-multimedia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darunnajah-multimedia.com</link>
	<description>An Islamic traditional education for creative generation</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 04:17:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>What if Your Daughter is Lady Gaga</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/18/what-if-your-daughter-is-lady-gaga/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/18/what-if-your-daughter-is-lady-gaga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 04:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Education Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News From Cidokom]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1104</guid>
		<description><![CDATA[Menarik sekali sambutan Prof.Dr.H.Muslim Nasution yang disampaikan ketika menghadiri haflah takharruj di Ponpes Darunnajah Cipining Bogor dihadapan para pengasuh dan 93 santri kelas akhir serta para wali santri. Beliau mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik sekali sambutan Prof.Dr.H.Muslim Nasution yang disampaikan ketika menghadiri haflah takharruj di Ponpes Darunnajah Cipining Bogor dihadapan para pengasuh dan 93 santri kelas akhir serta para wali santri.</p>
<p>Beliau mengajak seluruh wali santri untuk bersyukur mengingat banyaknya orangtua kecewa dan waswas karena  putra-putrinya menolak untuk dididik dipesantren.</p>
<p>Beliau pun mengkaitkan dengan hancurnya moral dan nurani masyarakat yang salah satunya dibombardir oleh budaya asing seperti kasus terkini, kontroversi konser Lady Gaga yang berpontesi memecah belah ummat dengan dalih kebebasan Individu yang berlebihan termasuk kebebasan berekspresi.</p>
<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/FPI-vs-lady-gaga.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1112" title="Lady Gaga no way" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/FPI-vs-lady-gaga-300x254.jpg" alt="" width="300" height="254" /></a></p>
<p>Beliau menyitir salah satu hadits Rasulullah SAW yang relevan dengan keadaan ini. Suatu saat ketika Rasul bertanya kepada sekumpulan sahabat: <em>Kaifa Antum idzaa tughot syabaabukum wa fasadat fatayaatukum? </em>Apa yang akan kalian lakukan jika generasi muda (putra-putri) kalian memiliki akhak yang amburadul (tughot)?</p>
<p>Prof Muslim menggambarkan pertanyaan <em>fasadat fatayaatukum</em> seperti &#8220;<em>what if your daughter is Lady Gaga?</em> &#8221; dan menanyakan apakah ada diantara alumni yang juga &#8220;<em>little monste</em>r&#8221; (fans Lady Gaga) yang tentu saja dijawab dengan gelengan mereka.</p>
<p>Lalu para sahabat bertanya solusi atau pencegahan apa yang harus mereka ambil untuk menghindari keadaan tersebut? dan beliau memberikan satu-satunya solusi dan pencegahannya yaitu mendekatkan mereka dengan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasul.(<em>&#8220;Qorribhum illa kitaabillah wa sunnati Rasulillah&#8221;.)</em></p>
<p>Untuk itulah santri dan wali santrinya harus bersyukur karena dilembaga seperti Pesantren inilah kedua hal tersebut menjadi fokus dan inti dari setiap sendi kehidupan yang ditanamkan ke dalam jiwa para santri.</p>
<p>Secara khusus Beliau, yang juga Guru Besar Pasca Sarjana UIN Jakarta dan Ketua Umum Ormas Islam terbesar ketiga di Indonesia, Al-Washilah- memuji tinggi beberapa santri yang juga ikut dalam program tahfidz Al-Qur&#8217;an dan terutama beberapa yang sanggup menghafal Al-Quran secara lengkap 30 Juz.</p>
<p>Beliau bahkan memberikan informasi terkait beberapa Universitas terkemuka, termasuk UIN yang menyediakan beasiswa penuh untuk mereka yang hafal Al-Quran, termasuk fakultas-fakultas favorit seperti Kedokteran.</p>
<p>Dalam wisuda ini, Darunnajah 2 Cipining meluluskan 93 santrinya. Pimpinan Annur Cidokom Alhamdulillah berkesempatan hadir sekaligus bertemu dengan para Alumni yang rencananya akan turut berjuang, mengabdikan ilmunya di Ponpes Annur Cidokom mulai tahun ajaran baru yang akan datang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/18/what-if-your-daughter-is-lady-gaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wakif &amp; Muhsinin</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/16/wakif-muhsinin/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/16/wakif-muhsinin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 23:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan sebuah lembaga pesantren tidak terlepas dari dukungan masyarakat, baik moril dan materiil. Apalagi dalam sebuah lembaga wakaf seperti pesantren Annur ini yang notabene pada haqiqatnya adalah milik seluruh ummat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan sebuah lembaga pesantren tidak terlepas dari dukungan masyarakat, baik moril dan materiil. Apalagi dalam sebuah lembaga wakaf seperti pesantren Annur ini yang notabene pada haqiqatnya adalah milik seluruh ummat Islam.</p>
<p>Awal sejarah Pesantren Darunnajah dan Annur bahkan tidak bisa dilepas dari para muhsinin, wakif, pilantropis yang turut menyumbang baik moril maupun materiil dalam kualitas yang sangat signifikan. Tak lain karena hanya mencari keridhaan Allah SWT.</p>
<p>Inilah sebenarnya yang membuat lembaga wakaf seperti Pesantren menjadi kuat tanpa bantuan formal pemerintah. Mereka hidup dan berkembang dengan semangat memberi dari para muhsinin tersebut dan ditularkan kepada seluruh masyarakat pesantren, termasuk santri dan asatidz.</p>
<p>Alhamdulillah, pada usianya yang masih seumur jagung, Pesantren Annur telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik regional, nasional bahkan internasional.</p>
<p>Tanpa niat untuk mengurangi keikhlasan para wakif dan muhsinin, berikut kami lampirkan daftar mereka dengan harapan bisa menjadi ibrah/contoh yang baik dan diiringi do&#8217;a dari segenap masyarakat pesantren semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan berlipat ganda.</p>
<ol>
<li>Yusuf Gayo (alm) dan Keluarga                                   Lahan seluas 3,5 hektar</li>
<li>Yusuf Kalla (wakil presiden)                                        Gedung Yusuf Kalla</li>
<li>AMCF Qatar                                                                     Masjid Annur</li>
<li>Ricky Kurniawan (Ketu Komisi A DPRD Jabar)      Labkom Multimedia</li>
<li>British Council Indonesia                                              PC &amp; Server</li>
<li>ICRC (red cross) Indonesia                                           PC &amp; Printer</li>
<li>Kementrian Tenaga Kerja                                             20 PC &amp; perlengkapan Lab</li>
<li>Amwaluddin (Sahabat pimp)                                       Bantuan Dana Kebakaran</li>
<li>M.Towil Akhiruddin (Ustadz Annur)                         Bantuan Dana Kebakaran</li>
<li>M.Fadli Soleh (Sahabat pimpinan)                             Bantuan Dana Kebakaran</li>
<li>Rahmat (Sahabat pimpinan)                                        Wakaf Material Midhoah</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/16/wakif-muhsinin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wakaf Tempat Wudhu Bpk Rahmat</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/wakaf-tempat-wudhu-bpk-rahmat/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/wakaf-tempat-wudhu-bpk-rahmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 13:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, satu lagi dermawan yang turut menyumbang untuk perjuangan pendidikan Islam melalui Ponpes Annur Cidokom Darunnajah 8. Bapak Rahmat adalah sahabat pimpinan Pesantren Annur Ustadz Dedy semasa nyantri di PM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, satu lagi dermawan yang turut menyumbang untuk perjuangan pendidikan Islam melalui Ponpes Annur Cidokom Darunnajah 8.</p>
<p>Bapak Rahmat adalah sahabat pimpinan Pesantren Annur Ustadz Dedy semasa nyantri di PM Gontor Ponorogo pada awal 1990-an. Beliau saat ini mengembangkan usaha Toko Bahan Bangunan dan juga mengelola beberapa aset property.</p>
<p>Tertarik dengan perjuangan di Pesantren Annur dan mengetahui bahwa tempat wudhu masjid yang masih sederhana dan kurang layak, beliau menyumbang bahan-bahan material untuk keperluan pembangunan Midho&#8217;ah (tempat wudhu) tersebut. Bahkan beliau mengantar sendiri material2 tersebut antara lain Hebel, pasir, semen, kayu, besi hingga bahan-bahan untuk finishing seperti keramik, toilet dan sebagainya.</p>
<p>Semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan berlipat ganda dan memberkahi kehidupan, keluarga dan usahanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/wakaf-tempat-wudhu-bpk-rahmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Santri Muqim Siap Mengabdi</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/3-santri-muqim-siap-mengabdi/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/3-santri-muqim-siap-mengabdi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 13:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[7 santri Annur yang tergabung dalam Angkatan III Alhamdulillah telah menyelesaikan studi mereka di Pondok ini. 3 Diantara mereka adalah santri muqim yaitu: Riezelda, Ai Maisaroh dan Ahmad Faishal. Tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Haflatuttakharruj+DN+8+Cidokom.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1081" title="Haflatuttakharruj+DN+8+Cidokom" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Haflatuttakharruj+DN+8+Cidokom-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>7 santri Annur yang tergabung dalam Angkatan III Alhamdulillah telah menyelesaikan studi mereka di Pondok ini. 3 Diantara mereka adalah santri muqim yaitu: Riezelda, Ai Maisaroh dan Ahmad Faishal. Tiga santri inilah yang insya Allah siap mengabdikan diri mereka dengan melanjutkan proses belajar mereka dengan belajar mengajar menguji prinsip terbaik dalam belajar, yaitu &#8220;Khairu-tta&#8217;allumi at-ta&#8217;liem&#8221;. Sebaik-baik belajar adalah dengan mengajar.</p>
<p>3 santri tersebut, sesuai sunnah pondok, akan ditugaskan mengabdi di Pesantren Darunnajah Group diberbagai daerah.</p>
<p>Mereka bahkan &#8220;menantang&#8221; untuk dikirim kepelosok daerah di pulau lain, mengikuti jejak kakak mereka yang sebagian mengabdi di Darunnajah Jakarta dan Darunnajah Annakhil di Muko-Muko Bengkulu. Mereka percaya bahwa pengalaman mengabdi akan memberi kekuatan mereka menjadi manusia pembelajar.</p>
<p>Mereka akan mengikuti pembekalan guru baru selama sebulan penuh mulai 19 Mei 2012 di Darunnajah Jakarta untuk lalu disebar keberbagai cabang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/3-santri-muqim-siap-mengabdi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haflah Takharruj Perdana</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/haflah-takharruj-perdana/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/haflah-takharruj-perdana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 13:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1075</guid>
		<description><![CDATA[Pendidik tak lain adalah petani. Seperti apa pepatah bangsa Cina: Jika menginginkan kesejahteraan tanamlah padi.                               [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Haflatuttakharruj+DN+8+Cidokom.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1081" title="Haflatuttakharruj+DN+8+Cidokom" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Haflatuttakharruj+DN+8+Cidokom-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pendidik tak lain adalah petani. Seperti apa pepatah bangsa Cina:</p>
<p>Jika menginginkan kesejahteraan tanamlah padi.                                                             Jika menginginkan kesejahteraan 10 tahun tanamlah pohon.                                     Jika menginginkan kesejahteraan 100 tahun didiklah generasi.</p>
<p>12 Mei 2012 adalah panen raya bagi pesantren Annur Cidokom. Dihari yang bersejarah itu, Alhamdulillah dilaksanakan Haflah Takharruj, atau wisuda santri akhir Pesantren Annur yang pertama dilaksanakan dalam sejarahnya.</p>
<p>Dalam acara yang dilaksanakan pada malam hari itu, dihadiri pula oleh Wakil dari Pimpinan Darunnajah Pusat, H.Sulaiman Effendi dan menyampaikan salam dari Bapak Pimpinan.</p>
<p>Dalam sambutannya mensyukuri selesainya pendidikan santri Angkatan III tersebut, bapak Pimpinan Annur, Ustadz Hadiyanto Arief berpesan bahwa seketika mereka kembali ke rumah mereka, santri harus tetap menjaga kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah ditanamkan selama proses pendidikan di pesantren didalam hidup keseharian mereka. Beliau mengutip sebuah ungkapan bahwa &#8220;Manusia adalah anak kebiasaannya&#8221;. Kumpulan kebiasaan-kebiasaan itulah yang membentuk karakter seorang anak manusia.</p>
<p>Beliau melanjutkan bahwa Akhlak-lah, dan bukan nilai raport atau ijazah, yang akan paling dinilai oleh keluarga dan masyarakat kelak ketika mereka berkiprah di masyarakat.</p>
<p>Semoga Allah meridhai perjuangan mereka dalam menuntut ilmu dan memberi keberkahan dalam kehidupan mereka didalam masyarakat.</p>
<p>7 santri Annur menyelesaikan studi mereka di Pondok ini. 3 Diantara mereka adalah santri muqim yaitu: Riezelda, Ai Maisaroh dan Ahmad Faishal. Tiga santri inilah yang insya Allah akan mengabdikan diri mereka dengan melanjutkan proses belajar mereka dengan belajar mengajar menguji prinsip terbaik dalam belajar, yaitu &#8220;Khairu-tta&#8217;allumi at-ta&#8217;liem&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/15/haflah-takharruj-perdana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alangkah Lucunya Negeri Ini: Nobar Santri</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/alangkah-lucunya-negeri-ini-nobar-santri/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/alangkah-lucunya-negeri-ini-nobar-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 02:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kegiatan reguler bagian Penerangan OSANDN adalah nonton bareng film-film yang mendidik. Program ini merupakan inisiatif dari Bapak Pimpinan Ustadz Hadiyanto yang menginginkan santri agar terbuka wawasan melalui beragam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG-20111111-00393.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-770" title="IMG-20111111-00393.jpg" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG-20111111-00393-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Salah satu kegiatan reguler bagian Penerangan OSANDN adalah nonton bareng film-film yang mendidik. Program ini merupakan inisiatif dari Bapak Pimpinan Ustadz Hadiyanto yang menginginkan santri agar terbuka wawasan melalui beragam media, termasuk media film dan televisi.</p>
<p>Beliau memahami film dan televisi merupakan media yang sangat strategis untuk bisa dikuasai oleh Ummat Islam dan dimanfaatkan untuk kepentingan kemajuan bangsa termasuk memproduksi tayangan-tayangan yang berkualitas dan bermoral.</p>
<p>Pesantren juga faham bahwa TV, Internet dan semacamnya adalah &#8220;pedang bermata dua&#8221; yang bisa sangat berbahaya dan meracuni tetapi juga sangat potensial untuk dimanfaatkan untuk kebaikan. Maka, tidaklah bijak melarang santri dan menutup total keran akan akses ke media-media tersebut, tetapi justru harus diajarkan bagaimana memperlakukan mereka dan mengontrolnya dengan baik.</p>
<p>Ibarat hidup ditepi pantai. Tidaklah bijak untuk selalu melarang anak mendekati pantai karena berbahaya, tetapi jauh lebih bijak untuk memilih melatih mereka tehnik berenang yang baik agar tidak terbawa arus.</p>
<p>Maka, agak unik apa yang terjadi saat menonton karena sebelum diputar, kegiatan ini dimulai dengan membaca ayat Al-Qur&#8217;an dan do&#8217;a semoga apa yang ditonton bisa menambah wawasan santri dan bermanfaat untuk kebaikan diri mereka dan agama mereka. Begitu juga diakhir acara ada semacam doorprise untuk mereka yang bisa mengambil pelajaran/hikmah terbaik dari film yang baru saja ditonton.</p>
<p>Adapun film yang ditonton kali ini adalah film:</p>
<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Alangkah_Lucunya_Negeri_Ini.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1068" title="Alangkah_Lucunya_Negeri_Ini" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Alangkah_Lucunya_Negeri_Ini-209x300.jpg" alt="" width="209" height="300" /></a></p>
<p><strong> Alangkah Lucunya (Negeri Ini). </strong>Ini merupakan Film yang mencoba mengangkat potret nyata yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia.<span style="font-size: 11px;"> </span>Film ini juga dipenuhi bintang film Indonesia, tercatat ada sembilan nama peraih piala citra yang berkolaborasi secara sempurna untuk menyajikan tontonan yang berkualitas. Slamet Rahardjo, Deddy Mizwar, Tio Pakusadewo, dan Rina Hasyim.</p>
<p>Dalam film tersebut, diceritakan bahwa sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa. Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet.</p>
<p>Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka. Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau mengubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan.</p>
<p>Diakhir cerita, penonton sendirilah yang akan menyadari bahwa <em>alangkah <strong>tidak</strong> lucunya negeri ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/alangkah-lucunya-negeri-ini-nobar-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentas Seni &amp; Budaya Santri Cidokom</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/pentas-seni-budaya-santri-cidokom/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/pentas-seni-budaya-santri-cidokom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 02:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1062</guid>
		<description><![CDATA[Seni dan kebudayaan merupakan hal yang sangat penting untuk didalami santri sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Bermacam kegiatan seni dan kebudayaan menjadi alternatif kegiatan yang bisa mengekspresikan potensi santri yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seni dan kebudayaan merupakan hal yang sangat penting untuk didalami santri sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Bermacam kegiatan seni dan kebudayaan menjadi alternatif kegiatan yang bisa mengekspresikan potensi santri yang bermacam-macam.</p>
<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Cipining-Akustik.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1065" title="Cipining Akustik" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Cipining-Akustik-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Pondok Pesantren Annur sebagai lembaga pendidikan manusia yang utuh terus menggalakkan dan memperkuat pondasi di bidang tersebut. Bermacam wadah untuk kegiatan dibidang seni dan budaya terus ditingkatkan.</p>
<p>Tentu saja, pengembangan bakat seni dan budaya santri harus tetap dalam koridor mensyukuri Nikmat Allah dengan cara mengembangkannya secara benar dan memanfaatkannya untuk sebesar-besar kepentingan Allah SWT.</p>
<p>Didalam seni karya tulis seperti lukis, gambar, jurnalistik, desain grafis dan sebagainya difasilitasi dengan membuat semacam &#8220;majalah dinding&#8221; yang permanen dengan membuat etalase-etalase bagi masing-masing kelompok dan membinanya untuk terbit secara berkala (seminggu sekali). Proses sederhana inilah yang sudah terbukti melahirkan seniman2 dan jurnalis2 terkemuka di beberapa pondok pesantren yang sempat dialami oleh Pimpinan Pesantren Anuur, Ustadz Dedy.</p>
<p>Ustadz Dedy berkisah bahwa ketika beliau memimpin penerbitan majalah nasional &#8220;Edukasia&#8221; milik pesantren Darunnajah, mendapatkan bahwa resources manusia yang ia miliki ternyata adalah kawan-kawan di Pondok Gontor yang dulu memang aktif dibidang masing-masing di eskul pondok seperti Darussalam Pos (Lukman Hakim, Pimred Edukasia, Wartawan Gatra) dan LIMIT (Reza Al-Farabi: redaktur artistik Edukasia, Gontor dan Desainer lepas). Ternyata, begitu berpengaruhnya wadah kegiatan yang berhubungan dengan minat bakat mereka terhadap masa depan mereka. Contoh lainnya adalah A.Fuadi, penulis best seller Negeri Lima Menara yang memang sejak di Pondok aktif di bidang jurnalistik santri.</p>
<p>Maka Bapak Pimpinan pun berinisiatif untuk mengadakan secara reguler Pentas Seni &amp; Budaya santri yang dilaksanakan setiap bulannya. Hal ini untuk memberi wadah bagi kegiatan seni yang bersifat penampilan/performance seperti Marawis, Vocal Group, Qosidah, Puisi, Akustik dan sebagainya.</p>
<p>Namun beliau berpesan bahwa sebaiknya format penampilannya tidak perlu mewah-mewah seperti Panggung Gembira yang menjadi kegiatan puncak tahunan, namun cukup diadakan secara sederhana tanpa meninggalkan substansi kegiatan.</p>
<p>Alhamdulillah, Pentas Seni &amp; Budaya Santri Cidokom telah dilaksanakan pada Kamis, 3 Mei 2012 dengan menampilkan berbagai macam kegiatan seni santri di Aula Cidokom. Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi pengembangan potensi santri sebagai karunia Allah SWT dan akan dimanfaatkan li i&#8217;laahi kalimatillah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/pentas-seni-budaya-santri-cidokom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hebel Lantai 2 Asrama Putra</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/hebel-lantai-2-asrama-putra/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/hebel-lantai-2-asrama-putra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 01:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan Gedung Asrama putra yang sempat terbakar akhir tahun 2011 lalu terus dikebut untuk memenuhi kapasitas santri yang terus meningkat. Alhamdulillah, hebel untuk lantai 2 asrama sudah datang dan siap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Cidokom-Hebel.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1060" title="Cidokom Hebel" src="http://darunnajah-multimedia.com/wp-content/uploads/2012/05/Cidokom-Hebel-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pembangunan Gedung Asrama putra yang sempat terbakar akhir tahun 2011 lalu terus dikebut untuk memenuhi kapasitas santri yang terus meningkat. Alhamdulillah, hebel untuk lantai 2 asrama sudah datang dan siap dipasang. Memang, gedung ini memakai tekhnologi terbaru dalam pembangunan gedung karena memakai material hebel yang jauh lebih ringan untuk kepentingan gedung bertingkat dan tidak lagi mempergunakan sistem cor/dak.</p>
<p>Insya Allah, gedung asrama ini akan siap dipakai saat santri datang setelah liburan nanti dan akan siap menampung hingga lebih dari 200 santri.</p>
<p>Hal ini merupakan prioritas utama pembangunan di Cidokom mengingat peningkatan minat masyarakat yang sangat signifikan untuk mendaftarkan putra-putrinya di Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/05/08/hebel-lantai-2-asrama-putra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesetaraan Gender yang Kebablasan</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/04/28/kesetaraan-gender-yang-kebablasan/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/04/28/kesetaraan-gender-yang-kebablasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 00:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Senin (23/4/2002) malam, di satu TV swasta, seorang bintang tamu, perempuan anggota DPR, berucap, “Dulu kiprah perempuan hanya berkisar pada `dapur&#8217;, `sumur&#8217;, dan `kasur&#8217;. Sekarang, sudah lebih maju. TV-TV lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin (23/4/2002) malam, di satu TV swasta, seorang bintang tamu, perempuan anggota DPR, berucap, “Dulu kiprah perempuan hanya berkisar pada `dapur&#8217;, `sumur&#8217;, dan `kasur&#8217;. Sekarang, sudah lebih maju. TV-TV lain pernah juga menampilkan sosok-sosok perempuan yang dianggap sukses, maju, dan perkasa. Mulai anggota DPR, pilot pesawat tempur, penyelam, petinju, sopir truk, tukang ojek, sopir bus, sampai tukang tambal ban.“</p>
<p>Ungkapan yang memandang remeh urusan “dapur“, “sumur“, dan “kasur“ sering kali terdengar. Beberapa profesi bagi perempuan dianggap maju karena kiprahnya tak lagi berkisar seputar dapur, sumur, dan kasur. Suatu saat, dalam sebuah rapat, saya mendengar seorang dosen (perempuan) berucap, “Saya tidak suka, kalau ada buku anak yang masih menulis, `Ayah membaca koran, ibu memasak di dapur!&#8217;“</p>
<p>Kita sepakat, perempuan harus maju, pandai, bebas dari penindasan. Masalahnya, yang maju apanya?</p>
<p>Kadang, demi mengejar “kemajuan“, berbagai cara dilakukan! Ada buku berjudul Isu-isu Gender dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusat Studi Wanita UIN Yogya, 2004). Buku ini mengkritisi buku ajar di madrasah ibtidaiah, tsanawiah, dan aliyah karena bias gender. Contoh pada buku Pelajaran Fiqh, kelas 4 ibtidaiah, hal 36.</p>
<p>Ada lagi buku berjudul, Pemahaman Islam dan Tantangan Keadilan Jender (Pusat Studi Jender, IAIN Walisongo Semarang (2002), yang isinya mengecam diskriminasi gender dalam hal pembedaan batas aurat antara laki-laki dan perempuan). (hal 134-135).</p>
<p>Sebagai solusi, agar tak diskriminatif, dipinjam pendapat Muhammad Syahrur, pemikir liberal asal Suriah: tubuh perempuan yang wajib ditutup hanya daerah antara bawah payudara, bawah ketiak, kemaluan, dan pantat. (hal 141). Soal diskriminasi aurat laki-laki dan perempuan juga pernah dikecam Jurnal Perempuan edisi 47. “RUU-APP secara nyata mendiskriminasi perempuan. Sebagai contoh, dengan dicantumkannya definisi mengenai bagian tubuh tertentu yang sensual, yaitu `sebagian payudara perempuan&#8217;. Sementara, sebagian payudara laki-laki tidak dikatakan sensual.“ (hal 36-37).</p>
<p>Agar perempuan benar-benar “maju“, soal “kepala keluarga“ juga diusik! Contoh, buku berjudul Bias Jender dalam Pemahaman Islam (Pusat Studi Jen der IAIN Walisongo Semarang (2002)), menyimpulkan, kepala rumah tangga tidak harus laki-laki. “Dalam pemahaman ini, kepemimpinan keluarga dapat dipegang oleh siapa saja, suami atau istri, yang memiliki kriteria fadl dan infaq-nya lebih baik.“ (hal 91).</p>
<p>Padahal, menurut pasal 70, draf sementara RUU-Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU-KKG), semua bentuk diskriminasi akan “dipidana dengan pidana penjara paling lama &#8230; (&#8230;) tahun dan pidana denda paling banyak Rp &#8230; (&#8230;).“</p>
<p>***</p>
<p>Karena memandang rendah urusan “dapur“, “sumur“, dan “kasur“, ada yang berpikir, menjadi anggota DPR, gubernur, menteri, duta besar, dan presiden dianggap lebih mulia ketimbang menjadi ibu rumah tangga. Perempuan disuruh bangga karena tak lagi hanya mengurus “dapur“, “sumur“, dan “kasur“. Negara pun dipaksa mengikuti pola pikir ini! Negara wajib menyediakan jatah minimal 30 persen anggota DPR untuk perempuan. Meskipun diskriminatif, tapi demi kemajuan perempuan, harus ditetapkan. Katanya, ini indikator kemajuan bangsa! Targetnya, kesetaraan nominal 50:50 di ruang publik antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Kini, keterwakilan perempuan di DPR RI mencapai 18 persen. Banding kan angka itu dengan negara lain. Di AS keterwakilan perempuan di parlemen 16,8 persen, Jepang 11,3 persen, Korsel 15,6 persen, Malaysia 9,9 persen, Brazil 8,6 persen. Sementara itu, keterwakilan perempuan di parlemen Rwanda mencapai 56,3 persen. (Sumber: Women in Parliament (November 2011), http://www.ipu.org/wmne/classif.htm).<br />
Apa Rwanda lebih maju dari Jepang?</p>
<p>Kini, dalam draf RUU-KKG, tuntutan keterwakilan 30 persen bagi perempuan diperluas untuk seluruh lembaga pemerintah, nonpemerintah, dan organisasi kemasyarakatan. (Pasal 4 ayat 2).</p>
<p>Pola pikir gender equality nominal 50:50 tampaknya lahir akibat memandang remeh urusan “dapur“, “sumur“, dan “kasur“. Padahal, urusan “dapur“ memerlukan ilmu gizi yang tinggi. Bahkan, dari urusan “dapur“, lahirlah restoran-restoran terkenal dengan nama “Ibu“, Mbok“, “Mak“ dan sebagainya.</p>
<p>Urusan “sumur “ tarkait dengan masalah air, yang juga perlu ilmu tinggi dan berkembang menjadi industri raksasa. Urusan “kasur“ pun tak kalah vitalnya. Dari urusan “kasur“ inilah muncul para dokter spesialis dan terapis alternatif yang banyak diburu orang.</p>
<p>Karena itu, dalam Islam, laki-laki dan perempuan&#8211;apa pun posisinya-wajib mencari ilmu, dari lahir sampai mati. Tugas dan peran bisa berbeda. Seorang profesor pernah bercerita. Suatu saat, istrinya&#8211;yang juga professor-berkata, “Pak, saya lelah, saya mau berhenti bekerja!“ Sang profesor menjawab, “Itu enaknya kamu jadi perempuan! Boleh berkata seperti itu! Kalau saya, tidak boleh berkata begitu. Sebab, itu kewajiban saya!“</p>
<p>Dan memang, setinggi-tingginya perempuan terbang, ia tak kan lepas dari soal “dapur“, “sumur“ dan “kasur“! Tapi bagi Muslimah, posisi apa pun tak masalah. Yang penting untuk ibadah, menggapai bahagia, bersama rida Allah dan rida suami yang saleh. Wallahu a&#8217;lam bish shawab</p>
<p>DR.Adrian Husaini, Republika</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/04/28/kesetaraan-gender-yang-kebablasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiai Pacitan: Peraturan Menteri Agama Ancam Pesantren</title>
		<link>http://darunnajah-multimedia.com/2012/04/28/kiai-pacitan-peraturan-menteri-agama-ancam-pesantren/</link>
		<comments>http://darunnajah-multimedia.com/2012/04/28/kiai-pacitan-peraturan-menteri-agama-ancam-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 00:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darunnajah-multimedia.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8212; Pendidikan pesantren diabaikan pemerintah. Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 3/2012 tidak mengakomodir pesantren modern yang sudah ada sejak pra kemerdekaan. &#8220;Ini akan mengancam nasib santri yang jumlahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8212; Pendidikan pesantren diabaikan pemerintah. Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 3/2012 tidak mengakomodir pesantren modern yang sudah ada sejak pra kemerdekaan. &#8220;Ini akan mengancam nasib santri yang jumlahnya ratusan ribu,&#8221; jelas Sekretaris Forum Komunikasi Pesantren Mu&#8217;adalah (FKPM), KH Lukmah Haris Dimyati, saat dihubungi, Rabu (25/4).</p>
<p>Santri nantinya terancam tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sebabnya, pesantren modern tidak diatur dalam PMA ini. FKPM mencatat tidak kurang dari ratusan jumlah pesantren modern di Indonesia. Mereka menerapkan sistem klasikal dalam pendidikan dan pengajarannya.</p>
<p>Dia mengatakan PMA ini mengabaikan UU Sisdiknas yang melarang diskriminasi sistem pendidikan. &#8220;Sementara PMA ini mengabaikan pesantren modern yang sudah ada sejak zaman dulu,&#8221; paparnya.</p>
<p>PMA ini sama sekali tidak menyebutkan pesantren modern. Yang disebutkan hanyalah diniyah. Sedangkan, Peraturan Pemerintah nomor 55/2007 menyebutkan pemerintah melindungi kemandirian dan kekhasan pendidikan keagamaan selama tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional.</p>
<p>Lukman yang mengelola Pesantren Termas di Pacitan, Jawa Timur, menyatakan pemerintah harus meninjau ulang PMA ini. &#8220;Jangan sampai mengabaikan lembaga pendidikan tertua di Indonesia ini. Kami ada untuk berjuang dari sejak dulu,&#8221; imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darunnajah-multimedia.com/2012/04/28/kiai-pacitan-peraturan-menteri-agama-ancam-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

