‘Bom Atom’ untuk Cidokom

Dalam tausyiahnya di depan seluruh santri, asatidz dan walisantri saat merespon kebakaran yang menimpa asrama putra Cidokom, Gedung Yusuf Kalla, pimpinan Annur, Ustadz Hadiyanto Arief mengibaratkan musibah ini sebagai semacam ‘Bom Atom’ bagi masyarakat Annur Cidokom.

‘Bom Atom’ ini harus bisa memberi efek yang sama bagi masyarakat Cidokom seperti efek yang ada pasca Bom Atom yang di jatuhkan USA di Hiroshima Nagasaki.

Efek itu adalah efek positif yang luar biasa, yaitu bagaimana bisa bangkit kembali dengan daya yang luar biasa dan pada akhirnya bisa “menguasai dunia” dan menjadi salah satu bangsa terkemuka di muka Bumi.

Beliau menceritakan bagaimana tak lama setelah Bom Atom dijatuhkan di Jepang, Kaisar Hirohito, Pemimpin Jepang saat itu mengumpulkan para petinggi negeri samurai tersebut dan pertanyaan yang diajukan pertama kali adalah; Berapa orang guru yang masih hidup?

Maka kita selayaknyalah menganalogikan musibah kebakaran ini sebagai ‘Bom Atom’ dan memanfaatkannya sebagai “daya ungkit” untuk lalu bangkit dan lalu berlari untuk kemajuan. Dalam kata lain, kebakaran ini merupakan isyarat Tuhan bahwa kita harus bekerja lebih keras, belajar lebih giat dan berdo’a lebih khusyu.

Allahu Akbar!

Semoga Cidokom bisa bangkit dan terus berlari.