Kalau disekolah dan lembaga pendidikan umum ada MOS (Masa orientasi santri), maka lembaga pesantren mempunyai sunnah tersendiri yang telah berjalan bertahun tahun, yaitu pekan ta’aruf dan puncaknya adalah Khutbatul ‘Arsy.
Tentunya, event yang ada sangat jauh berbeda dengan konsep yang dilakukan oleh sekolah lain, yang kadang menjurus kepada “pembodohan” dan “ajang balas dendam” tanpa didasari oleh nilai luhur pendidikan.
Khutbatul ‘Arsy sendiri secara harfiaah berarti khutbah ‘tertinggi’, maksudnya adalah khutbah yang disampaikan oleh pimpinan tertinggi di lembaga pesantren, dalam hal ini pimpinan Pesantren, Yayasan beserta Dewan Nadzir sebagai lembaga tertinggi.
Dalam kesempatan khutbatul ‘Arsy pertama ini, yang dipimpin oleh pimpinan ponpes Annur, Ustadz Hadiyanto Arief, juga hadir dan memberi ceramah khutbatul ‘arsy KH.Saifuddin Arief, ketua Yayasan Darunnajah dan KH.Mad Rodja Sukarta, anggota Dewan Nadzir Darunnajah sekaligus pimpinan Ponpes Darul Muttaqien.
Bersama, mereka memberikan bekal awal terkait aspek-aspek dari sebuah lembaga pesantren, termasuk philosophy, nilai-nilai, sistem, proses serta informasi lain terkait pendidikan di Pesantren.
Posted with WordPress for BlackBerry.

