Jangan Jago Kandang

Cido.com, Bogor-Pendidikan di Pesantren Annur Darunnajah delapan bukan hanya mementingkan pembelajaran formal di dalam kelas, akan tetapi pembelajaran di luar kelas selalu diperhatikan. Untuk menyokong hal tersebut maka kemarin sore dalam acara pelepasan peserta kontingen yang bertempat di depan Gedung Darunnajah, Bapak pimpinan Pesantren Annur Ustadz Hadianto Arief, S.H, M.Bs dalam hal ini yang diwakilkan oleh Ustadz Muhamad Towil Akhiruddin, S.S.I mengatakan “Yang terpenting bukan hasil akan tetapi proses, dari mulai tidak tahu menjadi tahu, hingga menjadi ahli”.

Untuk itulah sebulan sebelum bertanding di Darunnajah dua Cipining, mereka yang terlibat dalam perlombaan terlebih dahulu dilatih sedemikian rupa agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini senada dengan pesan-pesan yang selalu disampaikan Hadianto dalam pidato-pidato umumnya di hadapan anak-anak santi “Jangan jadi jago kandang”.

Dalam rombongan yang diutus ke Darunnajah Cipining terdiri dari dua orang ustadz, dua orang santri putri dan empat belas orang santri putra. Sesuai schedule, acara lomba tersebut akan berlangsung sampai 26 January 2011.

Terlepas dari ada tidaknya lomba di luar, kegiatan di pesantren annur darunnajah delapan selalu padat dengan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti pemberian kosa kata bahasa arab setiap hari terkecuali hari selasa dan jum’at karena dua hari tersebut diperuntukkan pengembangan percakapan dalam bahasa arab muhadatsah, latihan berpidato muhadloroh, latihan kepemimpinan pramuka, marawis, renang, seni bela diri tapak suci, keterampilan seni menulis arab khot, kejurnalistikan majalah dinding, olahraga bola futsal, bulu tangkis dan bola basket. Khusus untuk santri putri ditambahkan dengan keterampilan menari daerah, serta praktek memasak secara berkala.

red: r m